TUW8BUC7BSWiTUz0TSG0GpYpGi==
Mahasiswa UPNVJT Tanamkan Nilai Moderasi Beragama Sejak Dini di TPQ Al-Ikhlas

Mahasiswa UPNVJT Tanamkan Nilai Moderasi Beragama Sejak Dini di TPQ Al-Ikhlas

Mahasiswa UPN "Veteran" Jawa Timur sukses menggelar penyuluhan moderasi beragama berbasis fun learning dan "Pohon Inspirasi" bagi santri TPQ Al-Ikhlas
Daftar Isi
×

Mahasiswa Kelompok 5 UPN "Veteran" Jawa Timur berfoto bersama para santri dan pengajar TPQ Musholla Al-Ikhlas sembari menunjukkan karya "Pohon Inspirasi" yang sarat akan pesan perdamaian dan nilai toleransi seusai pelaksanaan penyuluhan moderasi beragama.

Jalan Rakyat, Surabaya
— Kelompok 5 Kelas G728 Mata Kuliah Umum Agama Islam dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan edukatif. Kegiatan yang mengusung tema besar mengenai penanaman nilai keberagaman dan moderasi beragama ini dilaksanakan secara tatap muka di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Musholla Al-Ikhlas. Langkah nyata ini diambil oleh para mahasiswa sebagai bentuk implementasi langsung dari tugas akhir semester (UAS) sekaligus peran aktif dalam merawat toleransi sejak usia dini.

Penyuluhan ini menyasar para santri aktif di TPQ Musholla Al-Ikhlas yang memiliki rentang usia cukup lebar, mulai dari anak usia dini tiga tahun hingga siswa kelas 6 sekolah dasar. Menghadapi karakteristik peserta anak-anak yang dinamis, kelompok mahasiswa yang beranggotakan Galuh Subhana, Khalifah Arta Putri, Ryan Okky Putra A., Viscera Rizqa Islamic Q., dan Mardiyatus Syafa Ah ini merancang sebuah konsep penyampaian yang kreatif. Mereka sengaja menghindari metode ceramah satu arah yang kaku agar materi yang terkesan berat dapat diterima dengan baik.

Memecah Kejenuhan Anak Melalui Metode Fun Learning

Memulai sebuah acara di hadapan puluhan anak-anak bukanlah perkara mudah. Pada awal kegiatan, situasi di dalam musholla sempat diwarnai oleh keriuhan khas anak-anak yang cukup menantang untuk dikondisikan. Beberapa santri usia dini tampak malu-malu, sementara santri yang lebih tua cenderung pasif. Namun, suasana kaku tersebut berhasil dicairkan ketika tim mahasiswa membuka acara dengan sapaan penuh energi, diikuti dengan gerakan ice breaking dan yel-yel interaktif. Fokus anak-anak semakin terkunci secara penuh saat panitia memperlihatkan berbagai hadiah menarik yang telah disiapkan di depan ruang kelas.

Dalam sesi penyampaian materi, mahasiswa UPN "Veteran" Jawa Timur ini menerapkan metode pembelajaran dua arah (interactive learning). Alih-alih mendikte definisi moderasi beragama, mereka memantik rasa ingin tahu anak-anak lewat pertanyaan sederhana seputar kehidupan sehari-hari, seperti pentingnya berbagi jajanan atau bagaimana cara menyikapi teman yang suka berebut mainan. Pendekatan berbasis pengalaman nyata (experiential learning) ini membuat para santri berebutan mengacungkan tangan untuk menceritakan kisah mereka sendiri.

Dari kepolosan cerita-cerita tersebut, tim mahasiswa masuk secara kontekstual untuk menyisipkan nilai-nilai luhur Islam. Mereka mengenalkan konsep wasathiyyah (jalan tengah) serta esensi Islam sebagai agama yang Rahmatan lil 'Alamin—agama yang membawa rahmat, kasih sayang, dan kedamaian bagi semesta alam. Anak-anak diajarkan bahwa menjadi seorang muslim yang baik berarti harus bersikap adil, penyayang, dan tidak boleh membeda-bedakan teman.

Menyatukan Perbedaan Usia Lewat Kompetisi Edukatif

Tantangan terbesar dalam mengelola forum anak-anak adalah mempertahankan retensi fokus mereka. Di tengah acara, sebagian santri sempat kehilangan konsentrasi karena rasa bosan yang mulai melanda. Mengantisipasi hal tersebut, mahasiswa dengan sigap mengalihkan dinamika kelas melalui pembagian kelompok games edukatif.

Permainan kelompok ini dirancang khusus untuk melatih nilai kerja sama, kekompakan, dan toleransi. Melalui aktivitas fisik ringan ini, ego kelompok berdasarkan perbedaan usia melebur sepenuhnya. Santri yang duduk di bangku kelas 5 dan 6 SD secara spontan merangkul, membimbing, dan menjaga adik-adik mereka yang masih berusia dini agar dapat menyelesaikan misi permainan bersama-sama. Atmosfer kompetisi yang sehat ini diakhiri dengan pembagian hadiah berupa bingkisan bagi kelompok yang menang serta apresiasi khusus untuk santri yang paling aktif sepanjang acara.

Simbolisasi Hasil Melalui "Pohon Inspirasi"

Sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa mengajak seluruh santri TPQ Musholla Al-Ikhlas untuk berpartisipasi dalam pembuatan "Pohon Inspirasi". Panitia menyediakan selembar kertas besar bergambar sebuah pohon gundul tanpa daun yang ditempel di papan tulis. Setiap anak kemudian dibagikan selembar kertas notes berwarna kuning cerah.

Para santri diminta menuliskan pesan jujur, kesan, ataupun komitmen sederhana mereka setelah mengikuti acara hari itu. Bagi anak-anak yang belum lancar menulis, tim mahasiswa mendampingi mereka untuk mengekspresikan perasaannya lewat gambar hati atau simbol senyuman. Satu per satu, anak-anak maju ke depan untuk menempelkan kertas notes mereka pada ranting-ranting pohon yang kosong.

Perlahan tapi pasti, lembaran kertas penuh tulisan polos khas anak-anak tersebut berkumpul dan bertransformasi menjadi dedaunan lebat yang mempercantik gambar pohon gundul tadi. Aktivitas edukatif ini menjadi simbol visual yang sangat kuat bahwa pemahaman tentang kasih sayang, perdamaian, dan toleransi telah tumbuh di dalam jiwa para santri. Catatan-catatan kecil tersebut kini menjadi monumen pengingat di TPQ Al-Ikhlas agar anak-anak terus mengamalkan perilaku moderat dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Wujud Nyata Mahasiswa sebagai Agent of Change

Dosen pengampu Mata Kuliah Umum Agama Islam UPN "Veteran" Jawa Timur, Bapak Budi Prasetyo Margono, S.Pd.I., M.Pd., senantiasa mendorong mahasiswanya untuk mampu merefleksikan teori-teori akademik di dalam ruang kelas menjadi sebuah gerakan sosial yang berdampak nyata di akar rumput. Melalui program pengabdian di TPQ ini, Kelompok 5 telah membuktikan peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) dan agen perdamaian.

Menanamkan nilai moderasi beragama pada anak-anak sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa Indonesia. Dengan mengenalkan indahnya keberagaman dan pentingnya jalan tengah sejak dari bangku TPQ , generasi penerus ini diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang inklusif, toleran, serta membentengi diri dari potensi paham ekstremisme dan radikalisme di masa yang akan datang. Program pengabdian masyarakat ini ditutup dengan sesi foto bersama antara para mahasiswa, pengajar TPQ, dan seluruh santri yang tersenyum lebar sembari memamerkan karya "Pohon Inspirasi" mereka.

0Komentar